.:I'm just a student:.

.:أنا مجرد طالب:.

Warning!!! تحذير

All of these posts (posts in this blog) are for personal use only. ........................................................ كل هذه وظيفة (وظائف في هذا بلوق) هي للاستخدام الشخصي فقط

Pengenalan Epidemiologi dan Konsep Penyakit dalam Epidemiologi

Bagian 1: Konsep Dasar Epidemiologi


BATASAN DAN PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI

Epidemiologi (Yunani):
- Epi = Pada, Permukaan
- Demos = Penduduk, Rakyat
- Logos = Ilmu
* Epidemiologi : Ilmu yang mempelajari hal-hal terjadi pd rakyat/masyarakat.
* Epidemiologi : Ilmu pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia

W.H. Welch
Epidemiologi : suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular.

Mausner & Kramer
Studi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia.

Last
Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan.

Mac Mahon & Pugh
Ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.

Omran
Suatu studi mengenai terjadinyadistribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.

W.H. Frost
Suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat.

Azrul azwar
Ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.

PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI

1. Aspek Akademik:
- Secara akademik, epidemiologi berarti analisis data kesehatan, sosial ekonomi dan kecendrungan yang terjadi untuk mengadakan identifikasi dan interpretasi perubahan-perubahan keadaan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi di masyarakat umum atau pada kelompok umur tertentu.

2. Aspek praktis:
- Epidemiologi merupakan ilmu yang ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit yang menimpa individu, kelompok atau masyarakat umum.
- Contoh : Penyakit AIDS, walaupun cara perlindungan dan pengobatan belum diketahui tetapi telah dilakukan upaya mencegah penyebaran penyakit tersebut, misal: surat keterangan bebas HIV-AIDS untuk memasuki suatu wilayah/negara.

3. Aspek Klinis:
- Epidemiologi berarti suatu usaha untuk mendeteksi secara dini perubahan insidensi atau prevalensi dengan penemuan klinis atau laboratoris pada awal kejadian luar biasa atau timbulnya penyakit baru, misal: karsinoma vagina pada gadis remaja atau AIDS yang awalnya ditemukan secara klinis.

4. Aspek Administratif:
Suatu usaha untuk mengetahui suatu status kesehatan masyarakat di suatu wilyah atau negara agar dapat diberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

SEJARAH PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI

Dari catatan sejarah yang terkumpul menunjukkan epidemiologi merupakan ilmu yang telah dikenal sejak zaman dahulu kala bahkan berkembang bersamaan dengan ilmu perubatan/ kedokteran kerana saling berkaitan.

Hasil yang diperoleh dari studi epidemiologi dapat digunakan untuk pengobatan suatu penyakit, melakukan pencegahan atau meramalkan suatu pengobatan.

Perbedaan antara ilmu kedokteran dan studi epidemiologi terletak pada cara penanganan masalah kesehatan.

Ilmu kedokteran lebih menekankan pelayanan kasus demi kasus sedangkan epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu.

Oleh karena itu, pada epidemiologi selain membutuhkan ilmu kedokteran juga membutuhkan disiplin ilmu lain, seperti: demografi, sosiologi, antropologi, geologi, lingkungan fisik, ekonomi, budaya dan statistik.

Para sarjana yang telah meletakkan konsep epidemiologi yang masih berlaku sampai sekarang ini, konsep-konsep tersebut adalah:
- Pengaruh Lingkungan terhadap kejadian penyakit
- Penggunaan data kwantitatif dan statistik
- Penularan penyakit
- Eksperimen pada manusia

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT

- Dipelopori oleh Hippocrates: Dalam tulisannya yang berjudul “Air, water and places” mengemukakan bahwa pentingnya menentukan pengaruh berbagai faktor lingkungan dan kebiasaan hidup terhadap timbulnya penyakit, dengan kata lain Hippocrates telah menghubungkan timbulnya penyakit dengan faktor lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

PENGGUNAAN DATA KUANTITATIF DAN STATISTIK

Penggunaan data statistik untuk memberikan informasi tentang kesehatan dan kematian diawali oleh John Grount pada tahun 1662.

Dalam publikasinya Grount mengadakan pencatatan kelahiran dan kematian di kota London yang diperoleh selama 30 tahun sejak tahun 1632 dan kemudian membuat tabel perjalanan hidup berdasarkan hasil pencatatan yang diperolehnya.

PENULARAN PENYAKIT

Pengertian bahwa suatu penyakit dapat menular telah dikenal dan dilakukan sejak abad pertengahan yaitu berupa pengisolasian penderita lepra yang dilakukan oleh gereja

Konsep tentang penularan penyakit diawali oleh Fracostorius (1483-1553) dengan teori de contagione yaitu penularan penyakit yang terjadi melalui jasad yang sangat kecil dan tampak.

John Snow: Terjadinya penyebaran penyakit kolera yang mengakibatkan meningkatnya jumlah kematian berhubungan dengan penyaluran air minum yang terkontaminasi.

EKSPERIMEN PADA MANUSIA

Cara yang paling kuat untuk mengungkapkan penyebab suatu penyakit adalah melakukan percobaan langsung pada manusia, tetapi hal tersebut jarang dilakukan karena pertimbangan faktor etis

Sebenarnya percobaan manusia telah dilakukan sejak abad ke-18, contohnya:
1. Eksperimen yang dilakukan oleh James Lind pada tahun 1747 terhadap pelaut yang menderita scorbut.
2. Pada tahun 1961, Goldberger mengadakan eksperimen terhadap manusia terhadap penyakit pellagra yang disebabkan karena defisiensi vitamin B kompleks

MENGAPA PETUGAS KESEHATAN MEMBUTUHKAN PENGETAHUAN EPIDEMIOLOGI

Walaupun teknologi kedokteran telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, tetapi masih banyak faktor penyebab penyakit yang belum terungkapkan, dalam hal demikian pendekatan epidemiologis adalah cara yang efektif & efisien untuk mengungkapkan penyebab penyebab.

Keberhasilan percobaan pengobatan atau pengobatan penyakit yang dilakukan di klinik atau di laboratorium masih harus diuji keampuhannya di masyarakat.

Frekuensi distribusi penyakit yang diperoleh di Rumah Sakit harus disesuaikan dengan kondisi di masyarakat

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pelayanan kes dibutuhkan informasi tentang orang yang terkena, jumlah orang yang terkena, penyebaran dan penyebabnya, informasi tersebut dapat diperoleh dari studi epidemiologi

Dalam menghadapi masalah kesehatan masyarakat seperti pencegahan penyakit atau fenomena lain seperti ledakan penduduk dapat dilakukan melalui upaya imunisasi, penyaringan orang yang mempunyai faktor resiko meskipun penyakit belum tampak dan upaya Keluarga Berencana untuk mengatasi ledakan penduduk.

Peranan Epidemiologi Dalam Bidang Kedokteran
- Mengungkapkan penyebab penyakit
- Meneliti hubungan sebab akibat antara timbulnya penyakit dengan determinan yang mempengaruhinya.
- Meneliti perjalanan penyakit alamiah.
- Mengembangkan indeks deskriptif untuk menyatakan tinggi rendahnya insidensi atau prevalensi suatu penyakit disuatu wilayah tertentu yang dapat dibandingkan dengan wilayah lain.
- Penemuan berbagai penyakit spt: Scorbut, pelagra dan cholera.
- Menentukan hubungan antara rokok dengan penyakit jantung koroner, karsinoma paru dan hipertensi.
- Hubungan antara air dan makanan dengan penyakit cholera.
- Hubungan antara penyakit herediter seperti hemophilia dan sicle cell anemia dengan ras atau etnik tertentu.

TUJUAN

- Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam mempelajari epidemiologi adalah memperoleh data frekuensi distribusi dan determinan penyakt atau fenomena lain yg berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
- Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang penyakit-penyakit, misalnya:
1. Penelitian epidemiologis yang dilakukan pada kejadian luar biasa akibat keracunan makanan dapat digunakan untuk mengungkapkan makanan yang tercemar dan menemukan penyebabnya.
2. Penelitian epidemiologis untuk menentukan hipotesis yang dihasilkan dari percobaab hewan konsisten dengan data epidemiologis.
3. Penelitian epidemiologis yang dilakukan untuk mencari hubungan antara ca paru dengan asbes.
4. Memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan, penenggulangan masalah kesehatan, serta menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat.

JANGKAUAN EPIDEMIOLOGI

1. Untuk masa lama:
- Perhatian utama dalam epidemiologi adalah area penyakit menular.

2. Untuk masa sekarang:
- Epidemiollogi penyakit keganasan (peranan merokok sigaret dalam terjadinya kanker -paru)
- Epidemiologi penyakit cardiovasculer (terjadinya peningkatan penyakit ini karena adanya perubahan pola/gaya hidup manusia).



KONSEP EPIDEMIOLOGI

- Konsep sehat
- Konsep sakit
- Proses terjadinya penyakit
- Riwayat perjalanan penyakit alamiah
- Pencegahan penyakit

KONSEP SEHAT
- Konsep sehat merupakan proses yang dinamis dan bersifat relatif.
- Konsep sehat secara fisik: seseorang dikatakan sehat apabila semua organ tubuh dapat berfungsi dalam batas-batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
- Konsep sehat berdasarkan ekologi: Sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya.
- Karena adanya perbedaan dalam sudut pandang tersebut, maka hingga kini belum dapat batasan tentang sehat yang memuaskan.
- Konsep sehat yang banyak dianut berdasarkan WHO (1948) yaitu : Sehat adalah suatu keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang sempurna dan tidak hanya terhindar dari penyakit dan kelemahan.
- Konsep sehat berdasarkan Undang-Undang Kesehatan No.23 tahun 1992, Kesehatan adalah: Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

KONSEP SAKIT
- Konsep sakit juga merupakan proses yang dinamis dan bersifat relatif.
- Walaupun secara umum konsep sakit lebih mudah ditentukan, tetapi dalam hal-hal tertentu akan sama sulitnya dengan penentuan batasan sehat.
- Contohnya: Ada 2 orang dengan gambaran EKG yang sama tetapi tidak sama keluhan yang dirasakannya.

KONSEP PENYEBAB DAN PROSES TERJADINYA PENYAKIT
- Perkembangan teori penyebab penyakit:
1. Konsep terjadinya penyakit didasarkan karena adanya gangguan makluk halus.
2. Hipocrates: timbulnya penyakit karena adanya pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah cuaca, dan lain-lain.
3. Pada masyarakat China adanya teori humoral yaitu teori penyakit tentang adanya keseimbangan cairan dalam tubuh manusia.

- Pengertian penyebab penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat ke suatu proses kejadian penyakit, yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, fisiologis, psikologis, sosiologis, antropologis) dengan penyebab (agent) serta dengan lingkungan (environment).

- Agen: Suatu faktor yang harus hadir untuk suatu penyakit agar penyakit itu terjadi, contoh: Virus influensa adalah agen influenza.

- Keadaan lingkungan (environment) juga menentukan apakah transmisi efektif penyakit dapat terjadi dalam situasi tertentu.


Bagian 2: Konsep dasar timbulnya penyakit


Segitiga Epidemiologi

- Dalam teori keseimbangan, maka interaksi ketiga unsur tersebut harus dipertahankan keadaan keseimbangannya, dan bila terjadi gangguan keseimbangan antara ketiganya akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu.
- Hubungan interaksi host, agent dan environment dapat digambarkan seperti berikut:



Riwayat alamiah perjalanan penyakit:
1. Fase Pre-patogenesis
Gangguan keseimbangan host, agen, dan lingkungan: lingkungan menguntungkan agen dan merugikan manusia, simptom ( - ).
2. Fase Patogenesis
Gangguan keseimbangan dalam waktu lama, gejala dan tanda klinik (+), manusia menjadi sakit : sembuh, ketidakmampuan, cacat, kronik dan mati.

Agen Penyakit
- Agen biologis: Virus, bakteri, fungi, riketsia, protozoa, metazoa
- Agen nutrien: Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air
- Agen fisik: Panas, radiasi, dingin, kelembaban, tekanan
- Agen kimia: Dapat bersifat endogenous seperti asidosis, diabetes (hiperglikemia), uremia, dan eksogenous (zat kimia, alergen, gas, debu, dll.)
- Agen mekanis: Gesekan, benturan, pukulan yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan

Interaksi Agen, Host, dan Lingkungan:
1. Interaksi antara agen penyakit dan lingkungan
- Keadaan dimana agen penyakit langsung dipengaruhi oleh lingkungan dan terjadi pada saat pre-patogenesis dari suatu penyakit.
- Misalnya: Viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin sayuran di ruang pendingin, penguapan bahan kimia beracun oleh proses pemanasan.

2.Interaksi antara Host dan Lingkungan
- Keadaan dimana manusia langsung dipengaruhi oleh lingkungannya pada fase pre-patogenesis.
- Misalnya: Udara dingin, hujan, dan kebiasaan membuat dan menyediakan makanan.

3. Interaksi antara Host dan Agen penyakit
- Keadaan dimana agen penyakit menetap, berkembang biak dan dapat merangsang manusia untuk menimbulkan respon berupa gejala penyakit.
- Misalnya: Demam, perubahan fisiologis dari tubuh, pembentukan kekebalan, atau mekanisme pertahanan tubuh lainnya.
- Interaksi yang terjadi dapat berupa sembuh sempurna, cacat, ketidakmampuan, atau kematian.

4. Interaksi Agen penyakit, Host dan Lingkungan
- Keadaan dimana agen penyakit, manusia, dan lingkungan bersama-sama saling mempengaruhi dan memperberat satu sama lain, sehingga memudahkan agen penyakit baik secara langsung atau tidak langsung masuk ke dalam tubuh manusia.
Misalnya: Pencemaran air sumur oleh kotoran manusia, dapat menimbulkan Water Borne Disease

Interaksi Agen, Host, dan Lingkungan:



Jaring-jaring sebab akibat

- Dicetuskan oleh Mc Mohan.
- Hakikat konsep ini adalah efek yang terjadi tidak tergantung kepada penyebab-penyebab yang terpisah secara mandiri, tetapi lebih merupakan perkembangan sebagai suatu akibat dari suatu rangkaian sebab-akibat, dimana setiap hubungan itu sendiri hasil dari silsilah (geneologi) yang mendahuluinya dan yang kompleks (complex geneology of antecenden).
- Suatu penyakit tidak tergantung kepada penyebab yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat.
- Penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai di berbagai faktor.
- Contoh: Jaringan sebab akibat yang mendasari penyakit jantung koroner (PJK) dimana banyak faktor yang merupakan menghambat atau meningkatkan perkembangan penyakit.
- Beberapa dari faktor ini instrinsik pada pejamu dan tetap (umpama LDL genotip), yang lain seperti komponen makanan, perokok, inaktifasi fisik, gaya hidup dapat dimanipulasi.



Teori Roda


- Merupakan pendekatan lain untuk menjelaskan hubungan antara manusia dan lingkungan.
- Roda terdiri daripada satu pusat (pejamu atau manusia) yang memiliki susunan genetik sebagai intinya.
- Disekitar pejamu terdapat lingkungan yang dibagi secara skematis ke dalam 3 sektor yaitu lingkungan biologi, sosial dan fisik.
- Besarnya komponen-kompenen dari roda tergantung kepada masalah penyakit tertentu yang menjadi perhatian kita.
- Untuk penyakit-peyakit bawaan (herediter) inti genetik relatif lebih besar.
- Untuk kondisi tertentu seperti campak, inti genetik relatif kurang penting oleh karena keadaan kekebalan dan sektor biologi lingkungan yang paling berperanan.
- Pada model roda, mendorong pemisahan perincian faktor pejamu dan lingkungan, yaitu suatu perbedaan yang berguna untuk analisa epidemiologi.

Unsur Penyebab (agent), terdiri daripada:
- Unsur penyebab biologis
- Unsur penyebab nutrisi
- Unsur penyebab kimiawi
- Unsur penyebab fisika
- Unsur penyebab psikis
- Unsur Pejamu (host)

Manusia sebagai makhluk biologis, mempunyai sifat biologis: umur, jenis kelamin, ras, keturunan, bentuk anatomis tubuh, fungsi fisiologis, keadaan imunitas, status gizi, status kesehatan secara umum.

Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai: adat, kebiasaan, agama, hubungan keluarga, hubungan masyarakat, kebiasaan hidup.

Unsur Lingkungan (Environment)
Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan proses terjadinya interaksi antara pejamu dan agent dlaam proses terjadinya penyakit, secara garis besar, unsur lingkungan dapat dibagi 3:
1. Lingkungan Biologis: Segala flora dan fauna yang ada disekitar manusia, yaitu: microorganisme yang patogen dan yang tidak patogen, berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular.
2. Lingkungan Fisik: Udara, keadaan cuaca, geografis dan geologis, air, unsur kimiawi lainnya, radiasi.
3. Lingkungan Sosial: Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, sistem organisasi, serta institusi/ peraturan yang berlaku, pekerjaan, urbanisasi, bencana alam, perkembangan ekonomi.


RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT (RAP)

RAP: Proses Perjalanan suatu penyakit yang alami (tanpa adanya intervensi yang dilakukan oleh manusia dengan sengaja dan terencana) sejak dari keadaan yang sehat hingga timbulnya akibat penyakit.

- Tiap penyakit mempunyai (RAP) masing-masing.
- RAP sebenarnya merupakan suatu eksperimen dengan intervensi yang dilakukan oleh alam.
- Eksperimen alamiah ini dapat berupa patogenik dan patogresif

PATOGENIK
- Pada keadaan ini seseorang yang pada mulanya sehat menjadi sakit yang disebabkan intervensi yang dilakukan oleh alam atau oleh orang yang bersangkutan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

- Intervensi Alam: Bencana alam, banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi.
- Intervensi orang yang bersangkutan,
1. Disengajakan: Kebiasaan merokok, minum alkohol
2. Tidak disengajakan: Termakan atau terminum makananan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri patogen yang dapat menimbulkan penyakit.

PATOGRESIF
- Eksperiment alamiah yang bersifat patogresif merupakan perjalanan klinis suatu penyakit.
- Keadaan awal pada patogresif adalah orang itu sakit dan menunjukkan gejala klinis yang diikuti perkembangannya.
- Leavell dan Clark menggambarkan riwayat perjalan penyakit seperti berikut:


Prapatogenesis: Periode saat orang mulai terinfeksi tanpa gejala klinis (masa tunas) dan ini berbeda pada tiap penyakit tergantung pada sifat bakteri (patogenitas, virulensi, juml.bakteri, dan lain-lain)

Patogenesis : periode pada awalnya seseorang telah sakit dan timbul gejala yang mengikuti.

Perjalanan penyakit dikembangkan menjadi 4 fase/tahap, yaitu:
- Tahap peka(rentan),
- Tahap pragejala,
- Tahap klinis, dan
- Tahap ketidakmampuan

Riwayat Alamiah Penyakit terdiri daripada 4 Fase (Rothman 1981, Mausner dan Kramer, 1985):
- Fase Rentan
- Fase Presimptomatik
- Fase Klinik
- Fase Terminal

1. Tahap Rentan/peka
Tahap berlangsungnya proses etiologik, dimana faktor penyebab pertama untuk pertama kalinya bertemu penjamu. Disini faktor penyebab pertama belum menimbulkan penyakit, tetapi telah mulai meletakkan dasar-dasar bagi penyakit nantinya. Faktor penyebab pertama termasuk juga faktor resiko, yaitu faktor yang kehadirannya meningkatkan probabilitas kejadian penyakit.
Contoh:
- Kebiasaan merokok → Ca Paru
- Kolesterol LDL yang tinggi → Penyakit Jantung Korener
- Gizi yang buruk → TBC
- Radiasi sinar–X → Leukemia

2. Tahap Presimptomatik/Pra gejala
- Tahap berlangsungnya proses perubahan patologik yang diakhiri dengan keadaan ireversibel (manifestasi penyakit tidak dapat dihindari lagi). Disini belum terjadi manifestasi penyakit, tetapi telah terjadi tingkat perubahan patologik yang siap untuk dideteksi tanda dan gejalanya pada tahap berikutnya.
- Contoh: Perubahan aterosklerosisi arteri coronaria sebelum seseorang memperihatkan tanda dan gejala Penyakit Jantung Koroner.

3. Tahap Klinis
Tahap dimana perubahan patologik pada organ telah cukup banyak, sehingga tanda dan gejala penyakit mulai dapat dideteksi. Disini telah terjadi manifestasi klinik penyakit.

4. Tahap Ketidakmampuan/terminal
Tahap dimana mulai terlihat akibat dari penyakit akibat penyakit mungkin sembuh spontan, sembuh dengan terapi, remisi (kambuh), perubahan beratnya penyakit, kecacatan atau kematian.

0 comments:

Post a Comment